-
Movie Review – Insidious [2011]

Elise : “It’s not the house that is haunted. It’s your son.”
Hmmm, sudah lama juga ya blog ini tidak saya kunjungi lagi. Maafkan blogger kurang ajar ini *bersihin sarang laba-laba*. Oke, entah kenapa malam ini rasanya mood saya sedang tinggi untuk mulai menulis lagi. Yah, walaupun selama ini absen dari kegiatan menulis, kegiatan menonton tetap saja berjalan dengan lancar. Berbekal sedikit ingatan samar-samar tentang film ini *baca: masih sering ketakutan sendiri* dan dipersenjatai sekaleng cairan berisi kafein, mari kita mulai lagi..
Berkisah tentang sebuah keluarga yang baru saja pindah dan mengetahui bahwa roh-roh jahat menghantui rumah tersebut dan putra mereka koma secara misterius. Mencoba untuk menyelamatkan diri serta putranya, mereka memutuskan untuk pindah lagi, namun hanya untuk menemukan bahwa itu rumah mereka berhantu. *taken from 21cineplex.com* *iya, kalimat terakhir emang agak aneh*
-
Movie Review – Limitless [2011]

Eddie Morra : “A tablet a day, and I was limitless.”
Bagaimana jika seseorang normal, dengan berbagai permasalahan yang sedang dihadapi, tiba-tiba saja mendapat kekuatan super yang membuatnya jadi istimewa? Apakah dengan kemampuan luar biasanya itu dia akan membantu berbagai permasalahan kemanusiaan, seperti menemukan sumber energi alternatif, atau semacamnya? Ataukah dia akan mulai merancang beberapa desain pakaian ketat dengan celana dalam di luar? Mencari-cari nama alter-ego yang cocok dengan warna kostumnya? Sayangnya tidak, sutradara Neil Burger di film Limitless ini mengajak kita ke dalam satu dunia yang “nyata”, dimana merupakan hal yang sangat logis apabila terjadi hal yang seperti itu pada seseorang, hal yang kemudian terjadi adalah orang tersebut akan menggunakan kemampuan luar biasanya itu untuk mengejar ambisi pribadinya sendiri.
Hidup penulis Eddie Morra (Bradley Cooper) berubah seketika ketika seorang teman lama memperkenalkannya kepada NZT, sebuah farmasi baru yang revolusioner yang memungkinkan dia untuk memanfaatkan potensi secara maksimal. Eddie dapat mengingat segala sesuatu yang pernah ia baca, lihat atau dengar, belajar bahasa apapun dalam sehari, dapat memahami persamaan yang kompleks dan menundukkan siapa saja yang ia temui, selama ia terus menggunakan obat yang belum teruji tersebut. Dengan cepat Eddie menguasai Wall Street, menjual saham-saham kecil hingga bernilai jutaan. Prestasinya menarik perhatian Carl Van Loon (Robert De Niro), yang mengundang Eddie untuk membantu merger broker terbesar dalam sejarah perusahaannya. Mereka juga menginginkan Eddie dapat menarik perhatian investor dan bersedia melakukan apa saja untuk menjadi bagian dari NZT. Perubahan hidup yang drastis dan efek samping obat misterius itu membuat Eddie dibuntuti sekelompok gangster misterius dan polisi yang menyelidikinya. Eddie mencoba untuk bertahan tanpa obat dalam waktu cukup lama untuk mengecoh musuh-musuhnya. *taken from 21cineplex.com*
-
Movie Review – I Am Number Four [2011]

John Smith : “You have no idea of what I’m capable of.”
Superman saat ini harus mulai merasa khawatir. Keberadaannya sebagai satu-satunya bayi alien yang dikirim ke bumi untuk melindungi planet bumi dari serbuan berbagai musuh, mulai digeser dengan hadirnya alien-alien lain. Seakan sedang diadakan lomba antar galaksi, tentang siapa yang mampu mengirim superhero yang paling hebat untuk melindungi bumi. Sekaligus menghadirkan persepsi miring bahwa bumi sangat butuh pahlawan dari luar angkasa, saking tidak bisanya membela diri. Ah, sudahlah, saya mulai mengigau tidak karuan. Kembali ke masalah alien, kali ini Superman tidak hanya mendapat satu saingan, tapi sembilan sekaligus. Beruntung pembuat film ini berbaik hati membunuh tiga di antaranya, menyisakan enam orang yang ceritanya dimulai dari Number Four. That’s why the movie’s title is I Am Number Four. Duh!
Walaupun dari tadi saya asyik meracau soal Superman, sebenarnya Superman tidak ada hubungannya sama sekali dengan film ini. Diceritakan ada sembilan bayi yang dikirim ke bumi, karena planet asalnya, Lorien, sedang berada di ambang kehancuran karena serangan bangsa Mogadorians. Kesembilan bayi ini, yang anehnya hanya diberi nama sesuai urutan nomor, masing-masing dijaga oleh satu orang warrior dari planet Lorien. Sayangnya satu orang penjaga sepertinya belum cukup, tiga orang sesuai dengan urutannya, Number One, Two & Three sudah dibunuh oleh para Mogs. Number Four (Alex Pettyfer), menyadari bahwa kini nyawanya yang sedang terancam. Ditemani penjaganya, Henri (Timothy Olyphant), mereka segera berpindah ke kota Paradise, Ohio dalam upayanya menghindari kejaran para Mogs. Di kota ini Number Four menggunakan identitas John Smith, dan bertemu dengan seekor anjing yang diberi nama Bernie Kosar. Akankah John bisa aman dari kejaran para Mogs di kota kecil ini?
-
Movie Review – Tanda Tanya [2011]

Abi : “Kata ustad, kalo marah nggak boleh lebih dari 3 hari, dosa!”
Oh blog sayang, aku kembali!! Setelah sekian lama meninggalkan blog ini, demi mengejar cita-cita dan menjadi generasi penerus bangsa *halah*, akhirnya sekarang saatnya menulis lagi. Sedikit merasa bersalah juga setelah selama ini meninggalkan para pembaca setia blog ini *kayak ada yang baca aja*. Yah, walaupun memang beberapa waktu ini “libur” ngeblog, tapi urusan nonton film sih tetep jalan terus. Rasanya ada beberapa stok di otak yang udah ngantri pengen diwujudkan dalam bentuk tulisan. Untuk restart setelah libur panjang, dari sekian judul film yang sudah ditonton, sepertinya Tanda Tanya garapan Hanung Bramantyo cocok untuk di-review.
Film ke 14 Hanung Bramantyo ini mengisahkan tentang konflik keluarga dan pertemanan yang terjadi di sebuah area dekat Pasar Baru, dimana terdapat Masjid, Gereja dan Klenteng yang letaknya tidak berjauhan, dan para penganutnya memiliki hubungan satu sama lain. Dikisahkan bahwa terdapat 3 keluarga dengan latar belakang yang berbeda. Keluarga Tan Kat Sun memiliki restauran masakan Cina yang tidak halal, Keluarga Soleh, dengan masalah Soleh sebagai kepala keluarga yang tidak bekerja namun memiliki istri yang cantik dan soleha, Keluarga Rika, seorang janda dengan seorang anak, yang berhubungan dengan Surya, pemuda yang belum pernah menikah. Hubungan antar keluarga ini dalam kaitannya dengan masalah perbedaan pandangan, status, agama dan suku, akan dipaparkan secara menarik dalam film berdurasi 100 menit. *taken from filmtandatanyadotcom*
-
Game Review – Plants vs. Zombies

There’s a zombie on your lawn. We don’t want zombies on the lawn.
Terjadi sebuah zombie outbreak. Banyak orang mati dan berubah menjadi zombie. Orang-orang yang selamat berusaha mengamankan diri di rumah masing-masing. Akan tetapi, mayat hidup itu mulai mendekat, mencari otak manusia segar untuk dimakan. Tidak ada jalan untuk kabur, bagaimana caranya untuk menghalau zombie-zombie kelaparan itu agar tidak dapat masuk ke rumah kita? Hmmm.. Bagaimana kalau menanam berbagai macam tanaman yang bisa menembak zombie itu sampai hancur berkeping-keping?
PopCap, developer game yang sebelumnya cukup sukses dengan game Bejeweled, kali ini membawa sebuah game bertemakan Tower Defense. Alih-alih menggunakan menara yang menembakkan panah atau meriam, justru yang digunakan untuk menghalau para zombie adalah tanaman unik nan unyu *halah* yang punya bermacam-macam kemampuan spesifik untuk menghancurkan zombie yang mendekat. Mulai dari tanaman yang menembakkan kacang polong, jamur magnet, sampai bom cabe yang bisa menghancurkan banyak zombie sekaligus.
Twitter Updates
Categories
Recent Posts
- Movie Review – Insidious [2011]
- Movie Review – Limitless [2011]
- Movie Review – I Am Number Four [2011]
- Movie Review – Tanda Tanya [2011]
- Game Review – Plants vs. Zombies
Recent Comments
- fianly on Movie Review – I Am Number Four [2011]
- movfreak on Movie Review – I Am Number Four [2011]
- Xylon on Game Review – Plants vs. Zombies
- haruelrovix on Game Review – Plants vs. Zombies
- Nard4Reynard on Movie Review – The Social Network [2010]
Tag Cloud
3 Idiots Aamir Khan Accretia Archon Arifin Putra Ario Bayu Bellato Bollywood Boman Irani CCR Chip War Cora Daniel Mananta Dendy Subangil Disney Europe on Screen Facebook Game Fachry Albar Flash Based Game Game Game Online Hollywood Imelda Therinne Joko Anwar Julie Estelle Kareena Kapoor Lee Unkrich Lyto Macabre Made in Indonesia Madhavan Mike Muliadro MMORPG Movie Omi Vaidya PC Rajkumar Hirani Review RF Online Rumah Dara Shareefa Daanish Sharman Joshi Sigi Wimala The Mo Brothers Toy Story 3
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
Friend
- Aan Aunurrofik
- Bonar13's Notes
- Dikki M
- Muchlis
- Muchlis (English Version)
- Ryan Adiwinata
- Sekar Ratnaningtyas
Other Movie Blog
- At The Movies
- Awya Ngobrol
- Bang Mupi
- Cinema Poetica
- CineTariz
- Curhat Sinema
- Database Film
- Jagoan Movies
- Labirin Film
- Midnight Shadow
- Movie Jar
- Movienthusiast
- Ngomongin Film Indonesia
- Raditherapy
- Saya Cerita Film
- watyusiiswatyuget